SELENGKAPNYA

NIM MAHASISWA : 11042010


NAMA MAHASISWA : MUH.MASRUCHAN


JUDUL TA : PERENCANAAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)RUAS JALAN TANGGULANGIN-TULANGAN MENGGUNAKAN BINA MARGA Pd T-14-2003


DOSEN PEMBIMBING 1 : Pinardi Kustalam


DOSEN PEMBIMBING 2 : Anik Budiati


ABSTRAK : Jalan merupakan sarana lalu lintas yang berkaitan dengan transportasi, yang berpengaruh terhadap setiap aspek kehidupan baik itu aspek sosial, ekonomi, dan politik. Salah satu perkerasan yang sering digunakan di Indonesia adalah perkerasan kaku, perkerasan kaku adalah lapisan beton dimana lapisan tersebut berfungsi sebagai lapis pondasi dan lapis permukaan. Nilai CBR laboratorium ruas jalan Tanggulangin – Tulangan mempunyai nilai rata – rata sebesar 2,5%, berdasarkan Guide to Highways Maintenance (2000), nilai CBR 2,5 % masuk dalam kategori rendah, dan sangat dianjurkan menggunakan perkerasan kaku. Jenis perkerasan jalan, dapat berupa Perkerasan lentur (flexible pavement), Perkeraaan kaku (rigid pavement), dan Perkerasan Komposit, yang menggabungkan perkerasan kaku dan perkerasan lentur. Khusus untuk perkeraaan kaku (rigid pavement) yang terbuat dari beton semen baik bertulang maupun tanpa tulangan dan lebih banyak digunakan pada ruas jalan yang mempunyai volume kendaraan berat yang tinggi serta nilai CBR rendah. Analisa lalu lintas rencana selama umur rencana menggunakan data lalu lintas tahun 2015, sedangkan untuk analisa tebal perkerasan kaku (rigid pavement), dianalisa dengan jumlah repetisi beban yang melintas selama umur rencana dengan mencari nilai kerusakan fatik dan kerusakan erosi kurang dari 100%. Perencanaan tebal perkerasan Jalan raya Tanggulangin – Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, dikerjakan dengan metode Bina Marga tahun 2003. Dari pengolahan data diperoleh tebal lapisan perkerasan rencana 16cm. Sedangkan untuk perkerasan eksisting digunakan sebagai pondasi bawah. Untuk analisa luas penampang drainase diperoleh sebesar 0,428 m2 dengan debit yang mengalir sebesar 0,642 m3/dtk. Perencanaan perkerasan kaku (rigid pavement) ruas jalan Tanggulangin – Tulangan menggunakan jenis perkerasan beton bersambung dengan tulangan, dan beton yang digunakan beton K-350. Untuk area yang mengalami keruskan ditutup dengan CTSB (Cement Treated Subbase) dengan agregat CBR efektif minimum 50% atau setara dengan agregat kelas C. Sedangkan untuk Penampang saluran berbentuk trapezium simetris, menggunakan pasangan batu belah dengan kedalaman 0,6 meter dan lebar dasar saluran 0,3 meter.


KATA KUNCI : Perkerasan Jalan, Perkerasan Kaku, Drainase Jalan.