SELENGKAPNYA

NIM MAHASISWA : 11043024


NAMA MAHASISWA : IRAWAN PAPANG SUBAKTI


JUDUL TA : Implementasi AHP dan Kompetensi Spencer Untuk Pemberian Bonus Tahunan Terhadap Karyawan Tetap (Studi kasus PT. Suryasukses Abadi Prima)


DOSEN PEMBIMBING 1 : Syariful Alim


DOSEN PEMBIMBING 2 : Rani Purbaningtyas


ABSTRAK : Pemberian gaji pokok pada karyawan dilakukan oleh perusahaan sesuai dengan kontrak kerja. Disamping gaji pokok, setiap perusahaan seringkali memberikan bonus kepada karyawan, namun permasalahan yang terjadi biasanya bonus yang dibayarkan kepada karyawan tidak sebanding dengan kemampuan karyawan dalam bekerja. PT. Suryasukes Abadi Prima menjadi salah satu perusahaan yang mengalami kesulitan dalam penentuan bonus karyawan. Sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu perusahaan dalam memecahkan masalah pemberian bonus pada karyawan. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam sistem pendukung keputusan adalah Analitycal Hierarchy Process (AHP). Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) memperhitungkan tingkat validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan. Kriteria yang digunakan adalah uji kompetensi Spencer yang terdiri dari 7 kriteria yaitu Disiplin, Melayani, Berprestasi, Proaktif, Komitmen, Memimpin, dan Kerjasama. Skala penilaian kinerja yang digunakan bernilai antara 1 sampai 5. Dari hasil percobaan yang dilakukan kriteria yang paling muncul setiap devisi atau bagian antara lain kriteria Disiplin memiliki kemunculan 3 kali, kriteria Proaktif memiliki kemunculan 2 kali, kriteria Melayani memiliki kemunculan 4 kali, kriteria kerjasama memiliki kemunculan 1 kali, kriteria memimpin memiliki kemunculan 1 kali dan kriteria berprestasi memiliki kemunculan 2 kali. Jadi secara global kriteria Melayani memiliki pengaruh cukup besar dalam pemberian bonus pada karyawan.


KATA KUNCI : Bonus, Karyawan, Analitycal Hierarchy Process (AHP), Kompetensi, Spencer, Sistem Pendukung Keputusan.