SELENGKAPNYA

NIM MAHASISWA : 11043115


NAMA MAHASISWA : DEWI WULANDARI


JUDUL TA : PENGELOMPOKAN KEBUTUHAN JENIS ASURANSI TAMBAHAN CALON NASABAH MENGGUNAKAN ALGORITMA FCM (FUZZY C-MEANS) (Studi Kasus : PT. Prudential Life Assurance)


DOSEN PEMBIMBING 1 : Rifki Fahrial


DOSEN PEMBIMBING 2 : Rani Purbaningtyas


ABSTRAK : ABSTRAK Perusahaan asuransi merupakan salah satu lembaga keuangan non bank yang bergerak dalam bidang jasa dan dapat dijadikan sebagai salah satu pilar perekonomian di Indonesia, karena perkembangan perusahaan asuransi dapat memberikan pengaruh pada kondisi dan pertumbuhan ekonomi baik dbidang perdagangan maupun jasa. Dengan berbagai macam produk yang dimiliki pada jenis asuransi PAA Konvensional sangat mempengaruhi minat masyarakat sehingga nasabah pada PT.Prudential Life Assurance semakin lama semakin bertambah. Dan data asuransi pada Perusahaan ini semakin bertambah dan berjumlah banyak. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengaplikasikan sistem yang mampu mengelompokkan data nasabah berdasarkan jenis asuransi tambahan yang dibutuhkan calon nasabah dengan menggunakan metode Fuzzy C Means Fuzzy C-Means atau dikenal juga sebagai Fuzzy ISODATA, merupakan salah satu metode klustering yang merupakan bagian dari metode Hard K-Means. FCM menggunakan model pengelompokkan fuzzy sehingga data dapat menjadi anggota dari semua kelas atau cluster terbentuk dengan derajat atau tingkat keanggotaan yang berbeda antara 0 hingga 1. Tingkat keberadaan data dalam suatu kelas atau cluster ditentukan oleh derajat keanggotaannya. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa Kelompok dengan usia tua ≥ 36 tahun yang memiliki resiko pekerjaan tipe 2 ( resiko pekerjaan menengah) dengan pendapatan paling tinggi yaitu 50 juta s/d 100 juta lebih, dan status perokok maka besar manfaat kebutuhan asuransi tambahan seperti PHS, PADD, CCB paling besar dikarenakan usia tua memiliki resiko paling tinggi terhadap kesehatan. Kelompok dengan usia muda yaitu usia antara 20 – 23 tahun,dengan kelas resiko pekerjaan tipe 1 ( resiko terendah ), memiliki pendapatan 5 juta s/d 10 juta atau 10 juta s/d < 25 juta dan status bukan perokok maka besar manfaat kebutuhan asuransi tambahan yang dibutuhkan paling kecil, karena nasabah dengan usia muda lebih mementingkan jangka panjang seperti nilai dari tabungannya itu sendiri, dan yang memiliki anak lebih memberikan / membutuhkan untuk manfaat anaknya itu sendiri seperti adanya manfaat JCC. Kelompok dengan usia menengah ( hampir mendekati usia tua ) besar manfaatnya lebih sedikit daripada usia tua


KATA KUNCI : Asuransi, PAA Konvensional, Fuzzy C Means, klastering, PHS, PADD, JCC, CCB