SELENGKAPNYA

NIM MAHASISWA : 11042002


NAMA MAHASISWA : AGUNG TRIONO


JUDUL TA : PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG BMCS SBU II PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA TBK JALAN RATNA - KOTA SURABAYA DENGAN BETON BERTULANG BERDASARKAN SNI 1726-2012 DAN SNI 2847-2013


DOSEN PEMBIMBING 1 : Agus Mahmudi


DOSEN PEMBIMBING 2 : Tri Wardoyo


ABSTRAK : ABSTRAKS PERENCAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG BMCS SBU II PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA TBK JALAN RATNA – KOTA SURABAYA DENGAN BETON BERTULANG BERDASARKAN SNI 1726-2012 DAN SNI 2847-2013 Agung Triono, 11.042.002 Dosen Pembimbing : 1. Agus Mahmudi, S.T,. M.T. 2. Ir. Tri Wardoyo, M.T. Perencanaan bangunan gedung perkantoran perlu memperhatikan beberapa faktor, salah satunya yaitu beban gempa. Pada perencanaan awal, struktur gedung BMCS SBU II PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA TBK terdiri dari 4 lantai dengan menggunakan struktur utama beton bertulang dan konstruksi baja pada atapnya. Direncanakan ulang menjadi 7 lantai dengan semua struktur menggunakan konstruksi beton bertulang. Bangunan ini dirancang dengan standart SNI 1726-2012 untuk perhitungan gempa dan SNI 2847-2013 untuk perhitungan konstruksi beton bertulang. Perencanaan struktur gedung perkantoran BMCS SBU II terdiri dari bangunan atas yang meliputi balok, kolom, pelat lantai, pelat atap dan tangga. Kemudian bangunan bawah yang meliputi sloof, pile cap, pondasi. Perencanaan struktur gedung perkantoran BMCS SBU II juga memperhitungkan beban yang bekerja pada struktur seperti beban mati (dead load), beban hidup (live load) dan beban gempa (earthquake load). Tahap perencanaan struktur gedung dimulai dengan pengumpulan data, kemudian penentuan dimensi balok induk, balok anak dan kolom. Langkah selanjutnya adalah permodelan struktur 3 dimensi menggunakan program bantu SAP2000 untuk menghitung struktur, cek perhitungan gaya batang tarik dan tekan, jika sudah OK maka lanjut desain komposit. Tahap pengerjaan perencanaan struktur dibagi menjadi 3 yaitu perencanaan struktur sekunder, struktur primer dan struktur bawah yang dicantumkan dalam bentuk gambar. Perhitungan struktur sekunder menghasilkan pelat atap dan pelat lantai dengan tebal 120 mm disertai tulangan arah x dan y yaitu ø10-200. Untuk tangga didapat tulangan arah x yaitu D16-200 dan tulangan arah y yaitu ø10-200. Perhitungan struktur primer menghasilkan balok induk dimensi 400x600 mm dengan momen terbesar 53699,90 kgf-m dan tegangan geser sebesar 21354,80 kg-f. Lalu untuk kolom dengan dimensi 700x700 mm didapat beban yang bekerja sebesar 251,33 K.N dengan kombinasi pembebanan 1,2DL+1,0LL+1,0QX+0,3QY. Kemudian perhitungan struktur bawah yang menghasilkan pondasi 42 kelompok tiang pancang di setiap kelompoknya diisi 4 bh tiang pancang dengan beban 265,16 T.m, Momen x sebesar 20,28 T.m, Momen y sebesar 61,48 T.m, menggunakan pile cap sebagai pengikat pancang dimensi 2500 mm x 2500 mm dengan tulangan arah x yaitu 23D25 dan tulangan arah y yaitu 23D25. Dimana dalam perencanaan analisa perhitungan struktur ini menggunakan program bantu SAP2000.


KATA KUNCI : perencanaan ulang struktur, perhitungan struktur, beton bertulang